Mendekati Muktamar ke 34 Nahdlatul Ulama 23-25 Desember 2021 di Lampung Sumatra Selatan, sejumlah nama kandidat calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai bermunculan, seperti KH. Said Aqil Siradj, KH. Yahya Staquf dan yang terakhir adalah KH. Marzuki Mustamar. Munculnya nama KH.
Daftar Isi Profil Guru Marzuki bin Mirshod Kelahiran Wafat Pendidikan Guru-Guru Murid-Murid Pendiri Nahdlatul Ulama NU di Betawi Karya-Karya Kelahiran As-syekh Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Khotib Sa’ad bin Abdurrohman bin Sulthon atau yang kerap disapa akrab dengan Guru Marzuki bin Mirshod lahir pada malam Ahad waktu Isya tanggal 16 Romadhon 1293 H di Rawabangke Rawa Bunga Jatinegara Batavia Jakarta Timur. Beliau merupakan putra salah seorang khotib di masjidf Al-Jami’ul Anwar Rawabangke Rawa Bunga Jatinegara Jakarta Timur Ahmad Mirshod dengan Hj. Fathimah binti KH. Syihabuddin Maghrobi Al-Madura, berasal dari Madura dari keturunan Ishaq yang makamnya di kota Gresik Jawa Timur. Pada usia 9 tahun ayahanda berpulang ke Rohmatulloh dan diasuh oleh ibunda tercinta yang sholehah dan taqwa dalam suatu kehidupan rumah tangga yang sangat sederhana. Wafat Guru Marzuki bin Mirshod wafat pada pagi hari jum’at 25 Rajab 1352 H, jam WIB. Jenazah beliau disalatkan dan di imami oleh Habib Ali bin Abdurrohman Al-Habsyi Habib Ali Kwitang. Kemudian dikebumikan sesudah Salat Asar yang dihadiri oleh para ulama dan ribuan orang. Pendidikan Guru Marzuki kecil, beliau memulai pendidikannya dengan belajar kepada KH. Anwar. Beliau belajar al-Qur’an dan berbagai disiplin ilmu agama Islam lainnya. Ketika usianya menginjak 16 tahun, beliau melanjutkan pendidikannya untuk belajar kepada Habib Utsman bin Muhammad Banahsan. Saat berguru kepada Habib Utsman, sang Habib melihat kegeniusannya serta ingatan yang tajam dalam menghafal, yang dimiliki oleh Guru Marzuki bin Mirshod, sehingga membuat sang Habib ingin mengarahkan Guru Marzuki untuk melanjutkan pendidikanya di Mekkah dan dapat belajar kepada para ulama besar di Mekkah. Setelah 7 tahun beliau belajar di Mekkah, kemudian datang sepucuk surat dari Habib Utsman yang meminta agar Guru Marzuki bin Mirshod dapat kembali ke Jakarta, maka pada tahun 1332 H atas pertimbangan dan persetujuan guru-gurunya di Mekkah beliau kembali pulang ke Jakarta, dengan tugas menggantikan Habib Utsman dalam memberikan pendidikan dan pengajaran kepada murid-muridnya. Guru-Guru Guru-guru Guru Marzuki bin Mirshod diantaranya adalah As-Syaikh Usman Serawak As-Syaikh Muhammad Ali Al-Maliki As-Syaikh Muhammad Amin Sayid Ahmad Ridwan As-Syaikh Hasbulloh Al-Mishro As-Syaikh Umar Sumbawa As-Syaikh Muhammad Umar Syatho As-Syaikh Sayyid Ahmad Zaini Dahlan Mufti Makkah Murid-Murid Murid-murid yang didiknya kemudian banyak yang menjadi ulama Betawi terkemuka. Dalam sebuah catatan menyebutkan ada sekitar 41 ulama Betawi terkemuka bahkan lebih. Di antaranya adalah Mu`allim Thabrani Paseban kakek dari KH. Maulana Kamal Yusuf KH. Abdullah Syafi`i pendiri perguruan Asy-Syafi’iyyah KH. Thohir Rohili pendiri perguruan Ath-Thahiriyyah KH. Noer Alie pahlawan nasional, pendiri perguruan At-Taqwa, Bekasi KH. Achmad Mursyidi pendiri perguruan Al-Falah KH. Hasbiyallah pendiri perguruan Al-Wathoniyah KH. Ahmad Zayadi Muhajir pendiri perguruan Az-Ziyadah Guru Asmat Cakung KH. Mahmud pendiri Yayasan Perguruan Islam Almamur/Yapima, Bekasi KH. Muchtar Thabrani pendiri YPI Annuur, Bekasi KH. Chalid Damat pendiri perguruan Al-Khalidiyah KH. Ali Syibromalisi pendiri perguruan Darussa’adah dan mantan ketua Yayasan Baitul Mughni, Kuningan, Jakarta. Pendiri Nahdlatul Ulama NU di Betawi Berdirinya organisasi Islam Nahdlatul Ulama NU di tanah Betawi memiliki kisah yang unik. Kisah tersebut diceritakan dari KH. Saifuddin Amsir bahwa ketika Guru Marzuki bin Mirshod Cipinang Muara diminta untuk mendirikan NU di Jakarta di tanah Betawi, beliau tidak langsung menerima permintaan tersebut, akan tetapi ada satu syarat yang harus di penuhi. Guru Marzuki bin Mirshod memberikan syarat, jika para santri perempuan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, yang dipimpin Hadhratussyaikh KH. Hasyim Asy`ari tidak menutup auratnya secara benar, sesuai syariat, ia menolak pendirian dan kehadiran NU di tanah Betawi. Ia kemudian mengutus orang kepercayaannya ke Tebuireng untuk melihatnya secara langsung. Dari hasil pengamatan orang kepercayaannya ini ia mendapatkan informasi bahwa para perempuan dan santri perempuan di Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, menutup auratnya dengan benar, sesuai syariat. Atas informasi ini, Guru Marzuki bin Mirshod Cipinang Muara menerima pendirian NU di tanah Betawi dan ia menjadi pendiri dari NU Jakarta. Permintaan pendirian NU kepada Guru Marzuki bin Mirshod Cipinang Muara di tanah Betawi langsung dari Hadhratussyaikh KH. Hasyim Asy`ari. Permintaan kepadanya tentu tidak sembarangan, mempertimbangkan juga pengaruh dan ketokohannya sebagai salah seorang ulama terkemuka di Betawi pada masa itu. Karya-Karya Adapun kitab-kitab yang dikarangnya ada 13 buah, yang dapat dilihat sekarang hanya 8 buah. Kitab-kitab tersebut diantaranya Zahrulbasaatin fibayaaniddalaail wal baroohin. Tamrinulazhan al-`ajmiyah fii ma’rifati tirof minal alfadzilarobiyah. Miftahulfauzilabadi fi’ilmil fiqhil Muhammadiyi. Tuhfaturrohman fibayaniakhlaqi bani akhirzaman. Sabiluttaqlid. Sirojul Mubtadi. Fadhlurrahman. Arrisaalah balaghah al-Betawi asiirudzunuub wa ahqaral isaawi wal `ibaad.
HabibNovel bin Muhammad Alaydrus ar raudhah Habib Syech Bin Abdul Qodir Assegaf aswaja artikel Rutinan Habib Muhammad Husein Al Habsyi Teks Sholawat ceramah hadroh Jadwal Teks Qosidah rutinan ar raudhah Langitan kajian kitab kh jamaludin ahmad mp3 Habib Munzir Al Musawa Habib syekh bin abdul qodir assegaf KH Abdullah Sa'ad lirik Majlis
HabibAli Kwitang ternyata pernah mendeklarasikan diri sebagai Nahdliyin. Bagaimana kejadiannya?
DuniaSantri-KH MUHAMMAD ADLAN ALY, (1900-1990).Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Putri Wali Songo, Cukir, Jombang, Jawa Timur, dan Ketua Umum pertama Jam’iyyah Ahli-t-Thariqah Al-Mu’tabarahan-Nahdliyyah (JATMAN), organisasi tarekat di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU). Mursyid Tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah ini dikenal sebagai sosok yang
Sebagaimanaulama-ulama kenamaan lainnya, kesuksesan dakwah Kiai As’ad ditentukan oleh kegigihan dan cara-cara elegan yang digunakan. Dengan perilaku yang lembut dan penuh tawaduk, kiai kelahiran 1897 ini berhasil menaklukkan hati seorang bajingan. Mahbib Khoiron. Sumber: wiki.aswajanu.com. Download segera!
KiaiAs'ad pernah menjabat sebagai Wakil Ketua PBNU periode 2010-2015 dan Wakil Ketua Badan Intelijen Negara (BIN) 2000-2011. Di NU, Kiai As'ad banyak melakukan kaderisasi di level bawah dengan mendirikan Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU). Kiai Marzuki saat ini menjabat sebagai Ketua Tanfidziyah PWNU Jawa Timur.
Menteng KH. Ahmad Marzuki Jatinegara dan KH. Abdul Mughni Kuningan. Kebanyakan ulama yang disebut oleh Aziz itu hidup pada penghujung abad ke-19. Lalu, Fadli HS (2011) melanjutkan dengan mendaftar dan mendeskripsikan Ahmad Marzuki bin Mirsad). Adapun namanya yang lebih lengkap tersebut dalam riwayat hidup yang ditulis oleh anaknya Muhammad
ReportaseSabtu, 12 Februari 2022 07:29 WIB. Ziarah Muassis NU Harlah ke-99 NU. Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-99 Nahdlatul Ulama (NU), di antaranya dilakukan ziarah muassis (pendiri) ke 8 penjuru. Diberangkatkan langsung dari kantor PWNU Jawa Timur, Jl Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya, Sabtu 12 Februari 2022 pagi.
5Ulama Betawi Penjaga Akidah Umat di Zaman Belanda, Nomor 1 Buyutnya Ustadz Yusuf Mansur. 2. Guru Marzuki dari Cipinang Muara. Ulama kelahiran Rawa Bangke (sekarang Rawa Bunga), Jatinegara, Jakarta Timur pada 23 September 1877 ini bernama lengkap Ahmad Marzuqi bin Ahmad Mirshod bin Hasnum bin Khotib Sa’ad bin Ahmad Al-Fathani.
. xdt42tzbf7.pages.dev/565xdt42tzbf7.pages.dev/332xdt42tzbf7.pages.dev/800xdt42tzbf7.pages.dev/907xdt42tzbf7.pages.dev/563xdt42tzbf7.pages.dev/146xdt42tzbf7.pages.dev/479xdt42tzbf7.pages.dev/178xdt42tzbf7.pages.dev/333xdt42tzbf7.pages.dev/258xdt42tzbf7.pages.dev/894xdt42tzbf7.pages.dev/626xdt42tzbf7.pages.dev/692xdt42tzbf7.pages.dev/200xdt42tzbf7.pages.dev/893
kh marzuki bin mirshod