Kolompertama dipakai untuk mencatat tanggal. Kolom kedua berisi pemasukan atau pengeluaran kas. Jadi, di sini bisa ditulis sumber masuknya uang jika penerimaan, sedangkan untuk pengeluaran perlu dicantumkan kebutuhannya. Kolom ketiga diisi dengan nomor urut dari bukti kas, berlaku bagi pemasukan ataupun pengeluaran.
Padaumumnya jurnal umum memakai bentuk jurnal umum dua kolom. Berikut merupakan penjelasan bagian yang ada di dalam jurnal umum: 1. Kolom Tanggal. Kolom ini dipakai untuk mencatat waktu atau tanggal terjadinya transaksi. Dicatat berdasarkan urutan kronologis terjadinya. 2. Kolom Keterangan
Dilansirdari Ensiklopedia, Format Jurnal pembelian berisi kolom-kolomformat jurnal pembelian berisi kolom-kolom Tanggal, No Faktur, Nama Kreditur, Ref, Debet, Kredit. Penjelasan. Kenapa jawabanya bukan A. Tanggal posting, Keterangan, No bukti, Debit, Kredit, saldo, D/K? Nah ini nih masalahnya, setelah saya tadi mencari informasi, ternyataAgar cash flow perusahaan tercatat dengan baik maka diperlukan pencatatan yang baik untuk segala kegiatan transaksi baik, terutama untuk transaksi pembelian karena kegiatan bisnis erat kaitannya dengan jual dan beli produk dan saat ini sudahkah Anda mencatat jurnal pembelian ini dengan tepat? Pada dasarnya, jurnal pembelian itu digunakan oleh perusahaan untuk mencatat kegiatan transaksi pembelian. Nah, selain jurnal pembelian ada juga jurnal penjualan yang memiliki fungsi sama. Kegiatan pembelian dan penjualan merupakan kegiatan utama yang terus dan rutin dilakukan oleh perusahaan. Untuk itulah diperlukan pencatatan yang baik, tepat, akurat, dan benar. Jika pencatatan ini tidak diperhatikan dan dibuat dengan baik, maka bisa berpengaruh pada perusahaan karena tidak memiliki data pembelian yang jelas. Hal ini tentu akan berdampak pada kesehatan finansial perusahaan. Pada kali ini, kita akan membahas mengenai jurnal ini agar Anda bisa dengan lebih jelas memahaminya. Yuk, mari kita lihat pembahasannya. Mengenal Jurnal Pembelian Seperti yang sudah sempat disinggung di atas jurnal pembelian adalah sebuah catatan jurnal yang manfaatnya untuk mencatat segala jenis transaksi pembelian. Transaksi tersebut nantinya akan dicatat pada jurnal pembelian. Baik itu pembelian yang menggunakan pembayaran secara kredit, tunai, diskon, retur, atau potongan pembelian. Misalnya, ada pembelian bahan baku yang dicatat pada jurnal pembelian bahan baku, kemudian pembelian kendaraan yang dicatatnya pada pembelian kredit dan disertai dengan PPN. Baca Juga Pelajari Jurnal Penyesuaian Beserta Contoh Pembuatannya Cara Mencatat Jurnal Pembelian Berikut ini adalah cara untuk mencatat pada jurnalnya yang perlu Anda perhatikan saat membuatnya. Pembelian barang dagang dan lainnya yang dibayar secara tunai, dicatat dalam jurnal pengeluaran kas. Sedangkan untuk pembelian secara kredit, dicatat dalam debit akun pembelian juga kredit akun utang dagang. Kemudian, jika transaksi ini berulang-ulang maka untuk praktisnya Anda menyediakan kolom khusus untuk pencatatan pembelian dan utang pembelian kredit barang dan lainnya, seperti pembelian peralatan produksi, maka dicatat pada kolom debet akun peralatan dengan kredit akun utang dagang. Jika transaksi ini pun dilakukan rutin dan berulang, Anda bisa buat kolom khusus tersendiri untuk pencatatan yang sifatnya tidak berulang, tidak perlu Anda buatkan kolom khusus. Cukup ditampung ke kolom serba-serbi. 4 Jenis Jurnal Pembelian Jurnal Tunai Jurnal ini biasanya digunakan oleh pebisnis ritel dan perusahaan dagang kecil yang pada umumnya menggunakan sistem persediaan perpetual terkomputerisasi. Cara pencatatannya seperti ini, pada tanggal 19 juni 2019, perusahaan PT Sinar Gumilang diketahui membeli bahan baku dengan tunai sejumlah Maka pembelian bahan baku secara tunai yang dicatat pada jurnal pembelian adalah Debit Persediaan = Kredit Kas = Jurnal Kredit Pembelian yang dilakukan secara kredit merupakan kegiatan yang seringkali terjadi dalam akuntansi perusahaan dagang, manufaktur, dan jasa. Berikut adalah contoh cara mencatatnya. Pada tanggal 19 juni 2019, perusahaan PT Sinar Gumilang diketahui membeli barang dari Toko Cahaya secara kredit sejumlah plus PPN 10%. Pencatatan jurnalnya ditambah PPN atas kegiatan transaksi tersebut adalah Debit Persediaan = Debit PPN = Kredit Utang Usaha = Jurnal Diskon Pada saat ini, umumnya faktur yang diterima oleh pelaku usaha atau pebisnis tidak akan menawarkan diskon untuk melakukan pembayaran di awal. Biasanya, faktur hanya diberikan informasi tanggal jatuh tempo serta denda jika terlambat membayar. Diskon pembelian yang didapat saat Anda membayar faktur lebih awal itu bisa dilakukan dengan cara mengurangi harga pokok pembelian. Biasanya banyak perusahaan yang membuat sistem akuntansi yang memungkinkan pembeli dapat mengambil semua diskon yang ada. Berikut ini adalah contohnya PT Sinar Gemilang mengeluarkan faktur sejumlah pada PT Budi Jaya di tanggal 12 Juni 2019, dengan syarat yang berlaku yaitu 2/10, n/30. Kemudian, pada akhir periode ada diskon sejumlah ,- dan itu baru bisa diperoleh tanggal 22 Juni 2019. Maka bisa diasumsikan untuk bisa membayar faktur di tanggal 22 Juni 2019, maka PT Budi Jaya perlu meminjam uang selama 20 hari periode kredit. Jika suku bunga diasumsikan sebanyak 6% dan satu tahun hitungannya 360 hari, maka bunga pinjaman dan penghematan yang bisa dilakukan sebagai berikut ini Besar pinjaman = – = Bunga pinjaman = x 6% x 20/360 = Penghematan yang dilakukan, Diskon 2% atas = Bunga selama 20 hari dan tingkat suku bunga 6% atas = Jadi, penghematan dari pinjaman ini adalah Jurnal Retur dan Potongan Jurnal retur atau yang biasa disebut purchase return dilakukan pada saat ada barang yang dikembalikan. Biasanya pembeli akan mengirimkan surat atas memorandum debit kepada penjual. Kesimpulan Transaksi pembelian bisa dibilang sebuah kegiatan utama yang dilakukan oleh perusahaan. Untuk membeli bahan baku, memasok barang untuk kegiatan manajemen operasional, dan masih banyak jenis pembelian lainnya. Maka dari itu Anda sebagai pihak perusahaan perlu untuk melakukan pencatatan atas jurnal pembelian yang terjadi di perusahaan. Setelah Anda membaca mengenai jurnal pembelian, maka diharapkan bisa lebih mudah dalam membuat jurnal pembelian. Sehingga nantinya laporan keuangan yang disajikan bisa valid, akurat, dan dipertanggung jawabkan. Hal ini juga bisa dijadikan referensi perusahaan untuk membuat strategi operasional pada periode akuntansi selanjutnya. Namun, saat ini Anda juga dimudahkan untuk membuat pencatatan jurnal pembelian dengan menggunakan software akuntansi dari MASERP. Apalagi MASERP juga sudah dilengkapi dengan banyak fitur modul seperti persediaan, pembelian, dan penjualan. Sehingga ini nantinya bisa memudahkan Anda dalam mengatur dan mengelola kegiatan bisnis. Untuk membantu Anda dalam mengelola keuangan perusahaan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari MASERP. Software ini bisa membantu menyediakan laporan keuangan dan kegiatan akuntansi lainnya sehingga jadi lebih efisien dan efektif. Software akuntansi MASERP bisa menjadi pilihan yang terbaik untuk segala kebutuhan akuntansi usaha Anda. Jika ingin mengetahui lebih banyak tentang software MASERP yang akan memberikan banyak kemudahan pada perusahaan Anda, langsung saja konsultasikan kendala apa yang Anda hadapi kepada konsultan ahli kami. Gratis! Baca Juga Faktur Penjualan Sebagai Bukti Pada Suatu Transaksi penjualandan retur pembelian. Format Kolom Jurnal Khusus 1) Jurnal Pembelian No. Keterangan DEBET KREDIT Tanggal Faktur Ref Akun Lain-lain Utang Pembelian Dagang Akun Ref Jumlah 12 3 45 6 78 9 Petunjuk Pengisian : 1. Kolom 1 diisi dengan tanggal transaksi yang tertera dalam faktur 2. Kolom 2 diisi dengan nomor faktur 3.
yangdiperlukan dalam bentuk jurnla umum. Kegiatan 2 berisi tentang kertas kerja, fungsi kertas kerja, bentuk kertas kerja (6 kolom, 8 kolom, 10 kolom dan 12 kolom), serta menyusun kertas kerja 10 kolom untuk perusahaan dagang. Untuk mengerjakan modul ini waktu yang Anda perlukan 300 menit termasuk.Skip to content BerandaFitur LengkapHargaPrivate CloudLoginCoba Gratis Jurnal Pembelian Pengertian dan Cara Pencatatannya Jurnal Pembelian Pengertian, Jenis, dan Cara Pencatatannya Pada dasarnya, jurnal pembelian digunakan oleh perusahaan untuk mencatat kegiatan transaksi pembelian. Selain jurnal pembelian, ada juga jurnal penjualan yang memiliki fungsi serupa. Kegiatan transaksi penjualan dan pembelian adalah kegiatan utama perusahaan yang terjadi secara rutin dan terus berulang. Untuk itu, dibutuhkan pencatatan yang akurat, tepat, baik, dan juga benar. Nah pada kesempatan kali ini, mari kita bahas secara tuntas tentang jurnal pembelian, lengkap dengan contoh dan cara pencatatannya pada laporan keuangan. Pengertian Jurnal Pembelian Jadi, jurnal pembelian adalah suatu catatan jurnal yang dimanfaatkan untuk mencatat berbagai transaksi pembelian. Sama seperti transaksi penjualan yang dicatat dengan menggunakan jurnal penjualan, maka pada transaksi pembelian pun dicatat dengan menggunakan jurnal pembelian. Baik itu untuk pembelian yang dilakukan secara kredit, tunai, retur, diskon, atau potongan pembelian. Contohnya seperti pembelian bahan baku yang dicatat pada jurnal pembelian bahan baku, dan pembelian kendaraan yang dicatat pada jurnal pembelian kredit yang disertai dengan PPN. Baca juga Apa itu Saldo Menurun Ganda dan Bagaimana Cara Menggunakannya? Jenis Jurnal Pembelian dan Contoh Pencatatannya Tercatat ada empat jenis jurnal pembelian yang harus Anda ketahui, yaitu jurnal pembelian tunai, jurnal pembelian kredit, jurnal pembelian diskon, dan jurnal retur serta potongan pembelian. Berikut ini adalah penjelasannya. 1. Jurnal Tunai Para pebisnis ritel dan perusahaan dagang kecil umumnya banyak yang menggunakan sistem persedian perpetual yang terkomputerisasi. Cobalah perhatikan contoh jurnal pembelian tunai di bawah ini. Diketahui pada tanggal 3 Juni 2018, perusahaan PT ABC melakukan pembelian bahan baku secara tunai dari Toko Budi Jaya dengan total Rp Pada sistem ini, maka pembelian bahan baku yang dilakukan secara tunai di atas dicatat pada jurnal pembelian bahan baku seperti berikut ini Debit Persediaan = Rp Kredit Kas = Rp 2. Jurnal Kredit Pembelian yang dilakukan secara kredit merupakan kegiatan yang seringkali terjadi dalam sistem akuntansi perusahaan dagang, jasa dan manufaktur. Untuk cara mencatatnya perhatikanlah contoh berikut ini Diketahui pada tanggal 4 Juni 2018, PT ABC melakukan pembelian barang dari Toko Cemerlang Jaya secara kredit dengan total nilai Rp plus PPN 10%. Nah, berikut ini adalah pencatatan jurnal pembelian kredit yang ditambahkan dengan PPN atas kegiatan transaksi tersebut. Debit Persediaan = Rp Debit PPN = Rp Kredit Utang Usaha = Rp 3. Jurnal Diskon Pembelian Saat ini, umumnya faktur yang diterima oleh pebisnis tidak akan menawarkan diskon untuk pembayaran yang dilakukan lebih awal. Umumnya, faktur hanya memberikan informasi tanggal jatuh tempo dan denda saat terjadi keterlambatan pembayaran. Jika Anda sering menerima faktur beberapa hari sebelum tanggal jatuh tempo tersebut tiba, maka Anda tidak memperoleh keuntungan apapun berdasarkan tanggal jatuh tempo. Namun dengan cara yang akan kami jelaskan di bawah ini, maka Anda bisa menggunakan dana Anda untuk tujuan yang lebih produktif lagi, seperti membuka tabungan deposito. Untuk perusahaan atau badan usaha, diskon pembelian yang didapatkan oleh pembeli karena melakukan pembayaran faktur lebih awal bisa dilakukan dengan mengurangi harga pokok pembelian. Umumnya, kebanyakan perusahaan sudah membuat sistem akuntansi mereka yang memungkinkan pembeli bisa mengambil semua diskon yang tersedia. Agar lebih jelasnya, perhatikanlah jurnal pembelian diskon di bawah ini. Katakanlah perusahaan PT MKM sudah mengeluarkan faktur sebanyak Rp pada PT ABC di tanggal 12 Juni 2018, dengan diberlakukannya syarat 2/10, n/30. Lalu, tanggal akhir periode diskon sebanyak Rp baru bisa diperoleh di tanggal 22 Juni 2018. Asumsikanlah agar bisa membayar faktur di tanggal 22 Juni 2018, PT ABC harus meminjam uang selama 20 hari periode kredit. Bila kita asumsikan dengan tingkat suku bunga tahunan yang sebanyak 6% dan satu tahun dihitung sebanyak 360 hari, maka bunga pinjaman dan penghematan yang bisa dilakukan PT ABC adalah berikut ini Besar pinjaman = Rp – Rp = Rp Bunga pinjaman = Rp X 6% X 20/360 = Rp Penghematan bersih untuk Perusahaan PT ABC Diskon 2% atas Rp = Rp. Bunga selama 20 hari dengan tingkat suku bunga 6% atas Rp = Rp Penghematan dari pinjaman = Rp Penghemat juga bisa kita ketahui dengan cara membandingkan tingkat suku bunga atas uang yang sudah dihemat karena mengambil diskon dan tingkat bunga pada uang yang dipinjam untuk mengambil disko tersebut. Untuk PT ABC, tingkatan bunga yang bisa dihemat pada contoh ini kita perkirangan dengan mengubahnya sebanyak 2% untuk waktu 20 hari ke tingkat bunga tahunan, seperti berikut ini. = 2% x 360 hari/20 hari = 2% x 18 = 36% Nah, jika perusahaan PT ABC melakukan peminjaman uang demi mengambil diskon, maka PT ABC bisa membayar bunga di tingkat 6%. Lalu, jika perusahaan tersebut tidak mengambil diskon, maka wajib membayar tingkat suku bunga sebanyak 36% atas penggunaan Rp dengan tambahan 20 hari. Sedangkan di dalam sistem persediaan perpetual, pembeli awalnya akan melakukan debit akun persediaan untuk jumlah yang sudah tertulis di dalam faktur. Ketika membayar faktur, maka pembeli akan mengkredit akun persediaan untuk jumlah diskonnya. Cobalah perhatikan contoh jurnal pembelian diskon di bawah ini. Diketahui Perusahaan PT ABC ingin mencatat faktur dari perusahaan PT MKM dan pembayarannya di akhir periode diskon adalah seperti di bawah ini. Debit Persediaan Rp Kredit Utang Usaha – PT MKM Rp Debit Utang Usaha – PT MKM Rp Kredit Kas Rp Kredit Persediaan Rp Bila perusahaan PT ABC tidak mengambil diskon karena tidak membayar faktur hingga tanggal 11 Juli 2018, maka pencatatan pembayarannya adalah seperti di bawah ini. Debit Utang Usaha – PT MKM Rp Kredit Kas Rp 4. Jurnal Retur dan Potongan Pembelian Jurnal retur pembelian atau purchases return dan potongan pembelian dilakukan saat ada barang yang dikembalikan. Umumnya, pembeli akan mengirimkan surat atas memorandum debit ke penjual. Berikut ini adalah studi kasusnya Berdasarkan contoh memo debit diatas, maka diketahui bahwa jumlah yang diajukan pembeli pada penjual untuk mendebet utang usaha yang tercatat pada penjual. Selain itu, memo tersebut juga memberikan informasi retur atau permintaan potongan harga. Dalam hal ini, pembeli bisa menggunakan salinan memorandum debit sebagai dasar dalam mencatat retur dan juga potongan pembelian atau menunggu persetujuan dari pihak penjual. Dalam kasus kedua ini, maka pihak pembeli harus melakukan debit utang usaha atau dagang dan melakukan kredit persediaannya. Cobalah perhatikan contoh berikut ini. Diketahui PT Go Berkah melakukan pencatatan pengembalian barang yang ditunjukkan pada memo debit di atas sebagai berikut Debit Utang Usaha – PT Sukses Penuh Keberkahan Rp Kredit Persediaan Rp Saat pembeli melakukan pengembalian barang atau diberikan potongan pembelian sebelum pembayaran faktur, maka jumlah memo debit akan dikreditkan dari nilai faktur. Jumlah ini selanjutnya harus dikurangi dengan diskon pembelian. Perhatikan contoh berikut ini Katakanlah di tanggal 2 Juni 2018 PT ABC melakukan pembelian barang seharga Rp dari Toko Alpha Komputer dengan menggunakan syarat 2/10, n/30. Lalu, ada tanggal 4 Juni 2018, PT ABC melakukan pengembalian barang dengan total nilai Rp dan di tanggal 12 Juni 2018, perusahaan tersebut membayar faktur lebih awal dan dikurangi dengan retur. Untuk itu, PT ABC harus mencatat berbagai transaksi tersebut sebagai berikut ini Debit Persediaan Rp Kredit Utang Usaha – Toko Alpha Komputer Rp Debit Utang Usaha – Toko Alpha Komputer Rp Kredit Persediaan Rp Debit Utang Usaha – Toko Alpha Komputer Rp Kredit Kas Rp Kredit Persediaan Rp Untuk semakin meningkatkan pemahaman Anda, cobalah perhatikan jurnal pembelian berikut ini juga Diketahui Humaira Hijab melakukan pembelian barang secara kredit dari pemasok dengan nilai Rp dan syarat 2/10, n/30. Lalu, Humaira Hijab mengembalikan barang senilai Rp serta memperoleh kreditnya secara penuh. Pada sistem persedian perpetual, maka akun yang dikredit oleh Humaira Hijab untuk mencatatkan retur adalah akun persediaan. Bila Humaira Hijab melakukan pembayaran faktur pada periode diskon, maka jumlah uang tunai yang dibutuhkan adalah sebagai berikut = Pembelian – Retur – Diskon = Rp – Rp – Rp – Rp x 2% = Rp Baca juga Accrued Expense Adalah Berikut Pengertian, Jenis dan Contohnya Kesimpulan Transaksi pembelian adalah salah satu kegiatan utama pada perusahaan, baik itu perusahaan jasa, dagang, atau manufaktur. Untuk perusahaan manufaktur, mereka pasti akan melakukan pembelian bahan baku dan bahan pembantu dari pemasok untuk menunjang kegiatan produksinya. Untuk perusahaan jasa, mereka membutuhkan pemasok untuk membantu kegiatan usahanya. Sedangkan untuk perusahaan dagang, mereka membutuhkan pemasok untuk barang dagang dan membantu kegiatan operasionalnya. Ketiga perusahaan tersebut tentunya akan menjual hasil produksi, jasa dan barangnya kepada pihak konsumen. Sehingga, pihak perusahaan harus melakukan pencatatan proses pembelian dan juga penjualan dengan baik dan benar. Untuk cara pencatatan jurnal pembeliannya sendiri kita sudah bahas secara lengkap di atas beserta dengan contohnya. Setelah kita membahasnya secara lengkap, diharapkan kita sudah lebih mudah dalam melakukan pencatatan jurnal pembelian. Sehingga laporan keuangan yang disajikan pun akan valid dan akurat, serta bisa dijadikan referensi perusahaan untuk membuat strategi operasional di periode akuntansi selanjutnya. Tapi, bila Anda tidak memiliki banyak waktu untuk melakukan pencatatan jurnal pembelian, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online. Dengan hanya menginput beberapa data yang diperlukan saja, Anda akan mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan, termasuk laporan pembelian. Terlebih lagi, di dalamnya juga sudah dilengkapi dengan fitur modul pembelian, persediaan, dan penjualan. Sehingga akan lebih memudahkan Anda dalam mengatur kegiatan bisnis. Masih ada banyak lagi fitur dan kelebihan yang terdapat pada Accurate Online. Anda bisa mencoba dan menikmatinya sendiri secara gratis selama 30 hari dengan klik tautan gambar di bawah ini. Seberapa bermanfaat artikel ini? Klik salah satu bintang untuk menilai. 1 pembaca telah memberikan penilaian Belum ada yang memberikan penilaian untuk artikel ini Jadilah yang pertama! As you found this post useful... Follow us on social media! We are sorry that this post was not useful for you! Let us improve this post! Tell us how we can improve this post? Seorang lulusan S1 ilmu akuntansi yang suka membagikan istilah, rumus, dan berbagai hal yang berkaitan dengan dunia akuntansi lewat tulisan. Bagikan info ini ke temanmu! Related Posts Page load link
Terdapat 2 cara yang bisa Anda lakukan untuk mengimpor pemesanan, yaitu dengan menggunakan template Jurnal atau dengan menggunakan template milik Anda sendiri. Adapun berikut langkah-langkah mengimpor data pembelian. Data penjualan yang dapat diimpor mencakup, faktur pembelian, pemesanan pembelian E, dan penawaran pembelian E. 1. Menggunakan Template Jurnal Cara untuk mengimpor data pembelian yaitu sebagai berikut. PENTING! Kolom yang bertanda * wajib diisi. Jika satu kolom yang bertanda diisi, maka kolom lain yang bertanda juga harus diisi. Jika Anda tidak ingin mengisikannya, kolom tersebut dapat dikosongkan. 1. Masuk ke menu Pembelian. 2. Klik tombol "Import". 3. Klik Download Template untuk mendownload template Jurnal. 4. Buka dan isi template yang sudah didownload. Untuk cara pengisiannya, kolom bertanda * wajib diisi, yaitu Vendor nama supplier, Purchase Date tanggal faktur pembelian, Due Date tanggal jatuh tempo, Purchase Number nomor faktur, Product Name nama produk, Quantity kuantitas, dan Unit Price harga satuan. Untuk melihat penjelasan detil setiap kolom, klik di sini. 5. Setelah mengisi, upload file Anda seperti di poin 2, klik "Choose File". Klik "Proceed" untuk melanjutkan proses impor dan Anda akan melihat validasi data seperti gambar berikut. 6. Periksa kembali data Anda dan jika sudah benar, klik "Import" untuk melanjutkan. 7. Klik "Finish" dan Anda akan kembali ke halaman indeks menu Pembelian. Penjelasan detil mengenai kolom-kolom tersebut adalah sebagai berikut *Vendor Isikan nama supplier Anda wajib diisi. Email Isikan alamat email supplier jika ada. Billing Address Isikan alamat supplier jika ada. Shipping Address Isikan alamat pengiriman jika ada. *Purchase Date tanggal pembelian, *Due Date tanggal jatuh tempo, Shipping Date tanggal pengiriman Ubah format cell Anda menjadi format tanggal English-Canada dd/mm/yyyy.Ada beberapa cara mengubah format cellnya menjadi English-Canada, yaituCara 1 Pada file Excel Anda, klik kanan pada cellnya dan klik Format Cell’.Cara 2 Tekan CTRL+1 pada keyboard Anda untuk windows atau CMD+1 untuk apple untuk masuk ke halaman format cell. Pilih Date dan ubah format tanggalnya ke 3 Pada bagian atas halaman Excel Anda, klik Format Cell’. Kemudian ikuti langkah-langkah seperti pada Cara memudahkan pengisian dan menghindari ubahan isi secara otomatis karena format default, gunakan tanda petik satu sebelum memasukkan tanggal. Contoh 29/01/2016. Ship Via Isikan jasa pengiriman yang akan digunakan jika barang tersebut akan dikirim opsional. Tracking No Isikan nomor resi pengiriman untuk melacak status pengiriman Anda. Berikan petik satu di depan nomor. contoh 00128222333. Vendor Ref No Isikan nomor referensi supplier bila diperlukan. Berikan petik satu di depan nomor. Contoh 9001. Purchase Number jika anda ingin mengisi 1 fakturinvoice dengan beberapa baris produk, isikan nomor faktur invoice dan tanggal yang sama pada beberapa baris produk. Maka secara langsung akan jadi 1 fakturinvoice saja. Contoh Nama Produk Tanggal Invoice Nomor Invoice Produk A '20/01/2016 '140001 Produk B '20/01/2016 '140001 Jika Anda mengisikan tanggal invoice dan nomor invoice yang sama pada beberapa baris produk seperti di atas, maka Produk A dan Produk B akan tergabung dalam 1 nomor invoice 140001. Message Isikan pesan untuk ditampilkan pada faktur Anda. Memo Isikan keterangan untuk ditampilkan pada laporan pembelian Anda. *Product Name Isikan nama produk yang akan tercetak pada faktur invoice penjualan Anda. Jika produk sudah tercatat pada Jurnal, pastikan Anda mengetikan nama produk sesuai dengan yang tercatat pada Jurnal spasi dan huruf besar/kecil harus sama. Jika tidak sesuai, maka sistem akan mencatatnya sebagai produk baru dan akan ditambahkan pada daftar produk. Description Isikan deskripsi mengenai produk bila diperlukan. *Quantity Isikan jumlah barang yang dibeli. Pengisian jumlah barang harus genap, tidak boleh decimal wajib diisi. Unit Isikan unit dengan satuan unit produk yang dibeli atau Pcs, Lusin, Pastikan satuan unit sudah ada di produk. Jika Anda mengimpor produk dan unit yang belum ada di Jurnal, maka sistem akan secara otomatis membentuknya menjadi produk dan unit baru. Informasi yang dimasukan dalam template ini tidak bersifat case Pada informasi Produk A, satuan tercatat dengan unit "Pcs", tetapi Anda melakukan impor data dengan template yang berisi unit "PCS". Dengan demikian, maka transaksi yang tercatat dalam Jurnal akan mengikuti satuan default yang sudah ada lebih dulu, yaitu "Pcs". *Unit Price Isikan harga satuan produk tersebut wajib diisi. Product Discount Rate % Diisi hanya jika produk diberikan diskon penjualan. Isikan dengan angka saja. Purchase Discount Rate % Isikan persentase diskon pembelian Anda jika ada. Tax Name Isikan nama pajak yang digunakan untuk setiap produk yang dibeli. Tax Rate % Isikan persentase pajak jika produk yang dibeli dikenakan pajak jika telah mengisi Tax Name. Shipping Fee Isikan harga jasa pengiriman produk Anda jika ada. WitholdingAccountCode Isikan nomor akun yang digunakan pada potongan pembelian. WitholdingAmountvalue or % Masukkan pemotongan pembelian dalam bentuk nominal atau presentase. Paid Isikan Yes’ jika faktur pembelian Anda sudah dibayar. Jika Anda mengisi Yes’, maka kolom Payment Method dan Paid To Account Code harus diisi. Payment Method Isikan cara pembayaran Anda kepada supplier, contoh Kas Tunai / Cek&Giro / Transfer Bank / Kartu Kredit. Kolom ini diisi jika Anda mengisi Yes’ pada kolom Paid. Paid To Account Code Isikan nomor akun yang digunakan untuk mencatat pembelian Anda dengan memberikan petik satu . Contoh 5-5000. Kolom ini diisi jika Anda mengisi Yes’ pada kolom Paid. Tags Isikan tag transaksi untuk mengelompokkan transaksi Anda. Misalnya, Project A. Anda juga dapat mengisikan lebih dari 1 tag dengan memberikan titik koma ; sebagai pemisah antar tag. Contoh Project A; Pembelian. WarehouseName Isikan nama gudang penyimpanan produk. 2. Menggunakan Template Sendiri Jika Anda menggunakan template sendiri, ada sedikit perbedaan ketika Anda mengupload file tersebut Template Sendiri, poin 5. 1. Sebagai contoh, Anda memiliki template sendiri dimana terdapat data Nama Supplier, Nama Produk, Tanggal Invoice, Tanggal Jatuh Tempo, Nomor Faktur, Cara Pembayaran, Harga, dan Kuantitas. Lihat contoh berikut. 2. Kemudian, Anda bisa upload langsung file tersebut dengan mengklik menu Pembelian > tombol "Import" > klik "Choose File" untuk mengupload data Anda; kemudian, klik "Proceed". 3. Anda akan mengisi field-field sesuai dengan nama header kolom di template Anda. Pastikan Anda mengisi kolom wajib seperti Nama Supplier, Nama Produk, Tanggal Invoice, Tanggal Jatuh Tempo, Nomor Faktur, Cara Pembayaran, Harga, dan Kuantitas. Lengkapi data lainnya jika diperlukan. Jika sudah, klik "Import" untuk melanjutkan. 4. Maka akan muncul validasi data seperti berikut. Periksa hasil impornya dan jika sudah benar, klik "Import" untuk melanjutkan. 5. Jika data yang diimpor sudah berhasil, maka akan tampil gambar berikut. 6. Klik "Finish" dan Anda akan diarahkan ke halaman indeks menu Pembelian. Data Impor Lebih dari 50 Baris Apabila Anda mempunyai cukup banyak data yang akan diimpor lebih dari 50 baris, maka setelah melakukan upload file, layar proses impor Anda akan disembunyikan. Selanjutnya, akan tampil pop-up informasi seperti pada gambar berikut. Dengan demikian, Anda dapat melakukan pekerjaan lainnya sambil menunggu proses impor yang sedang berlangsung. Note - Kondisi ini hanya berlaku untuk Tagihan Pembelian Purchase Invoice - Jika data impor tidak mencapai 50 baris, proses impor akan berjalan seperti biasa. Anda dapat memantau status proses impor Anda dari menu Notifikasi atau ikon lonceng yang berada di pojok kanan atas layar Klik “Status Impor” untuk melihat semua status proses impor Anda, sehingga akan muncul informasi seperti berikut. Setelah proses Impor selesai, status impor Anda akan tampil sebagai berikut. Klik “Lihat Detail”, maka Anda akan diarahkan ke layar Daftar Impor di menu Daftar Lainnya. Penjelasan lebih lanjut tentang Daftar Impor dapat dilihat di sini. Selain itu, Anda juga akan mendapat email notifikasi yang berisi informasi impor Anda. Apabila terdapat data yang tidak berhasil diimpor, Anda juga dapat melihat rinciannya pada email, seperti berikut. Punya saran dan komentar untuk artikel ini? Bantu kami meningkatkan kualitas dari guidebook kami dengan mengisi form
.